www.bininfor.com

Bintang Informasi Rakyat

SD Negri Empat Sindang Sari Kec Pasar Kemis Kab Tangerang, Over Kapasitas.

SD Negri Empat Sindang Sari Kec Pasar Kemis Kab Tangerang, Over Kapasitas.

logo-diknas

Bininfor.com Tangerang – Pemerintah Pusat setiap tahun kucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sedikitnya puluhan miliar ke Pemda Kabupaten Tangerang. Untuk kepentingan sarana prasaran di Dinas Pendidikan, namun masih banyak SD Negri dibeberapa daearah belum ada perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.

 Salah satunya SD Negri 4 Sindang Sari Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, kondisinya sangat memprihatinkan, ada berkisar 418 orang siswa terpaksa harus sekolah bergantian, pagi dan sore lantaran tidak tertampung lagi SD Negeri 4 hanya memiliki 12 Ruang Belajar (rumble).

Padahal, Kepala Sekolah dan Unit Pelayanan Teknis dan Kepala Cabang Dinas (KCD), sudah beberapa kali mengusulkan untuk penambahan ruang Kelas (TRK) namun usulan itu tidak pernah di respon  Dinas Pendidikan  Kabupaten init.

 Kepala Sekolah SD Negri 4 Sindang sari Budi Triwahyuni,A.MA.Pd,  kepada wartawan media ini menuturkan, kami dan UPT sudah berapa kali mengusulkan ke Dinas pendidikan untuk penambahan ruang kelas, karena mengingat jumlah siswa sudah Oper Loud mencapai 418 murid, sudah tidak tertampung lagi,  ruangan belajar Cuma 12 rumbel, ujarnya.

 Menurut Budi Triwahyuni,A.MA.Pd, meskipun tidak mendapat bantuan dana DAK atau APBD,  diharapkan Dinas Pendidikan dapat merombak Rumah Dinas Kepala Sekolah dan Rumah Dinas Penjaga Sekolah untuk dijadikan ruang belajar siswa, supaya semua murid SD Negeri 4 ini waktu sekolahnya dan waktu  belajar sama-sama  tidak bergantian pagi sore. Hanya itu harapan kami katanya.

 Arman, Sekertaris Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Presidium Jaringan Rakyat (LSM-PIJAR Banten) sempat melakukan pemantauan langsung ke sekolahan itu, dikatakannya, SD Negri  Sidang Sari 4, sudah selayaknya mendapat perioritas penambahan ruang kelas, lebih lagi  setiap tahun Dinas pendidikan Kabupaten Tangerang mendapat bantuan Dana Alokasi Kusus (DAK) dari Pemerintah pusat nilainya puluhan miliar, melalui Dinas Pemndapatan daerah, namun Dinas pendidikan kabupaten ini, kurang perhatian dan tidak cermat menampung asfirasi usulan dari  bawah, sehingga SD Negeri 4 tergolong SD  tertinggal, sementara hasil pementauan kita ada SD Negeri yang dapat bantuan  DAK dua kali untuk pembang unan pisik..ujarnya..

 Atas nama lembaga kami menilai DAK tahun 2011 lalu, di duga tidak mengacu  juklak juknis DAK, yang sudah ditentukan untuk SD Dinas hanya memperuntukan dana ke non pisik saja,  di juklak juknisnya jelas peruntukan danannya untuk Tambahan Ruang Kelas (TRK) namun kenapa dananya ada Rehab. Katanya

Jadi realisasi DAK 2011, Dinas Pendidikan mengacu ke juklak juknis DAK tahun 2009-2010, itu tidak dibenarkan, semestinya penerimaan DAK 2011,  harus mengacu ke juklak juknis 2011, itu baru benar. ungkapnya

Kepala Dinas Pendidikan H. Bambang Mardi saat hendak di konfirmasi wartawan seputar keluhan Kepala Sekolah dan UPT pasar kemis SD Negri 4 tersebut, tidak dapat di temui, menurut setafnya bapak lagi sibuk belum bisa di ganggu. (RIN/AS/AM).

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.