www.bininfor.com

Bintang Informasi Rakyat

Penjabat Bupati Kabupaten Pali Diduga Intervensi Panwaslu

Penjabat Bupati Kabupaten Pali  Diduga Intervensi Panwaslu
Poto Pali Ekspres

Poto Pali Ekspres

Bininfor.com – Masyarakat mengharapkan KPUD Muara Enim  sebagai penyelenggara pilkada perdana kabupaten Pali  Desember 2015 mendatang dapat terselenggara dengan sukses, jujur adil dan benar.  Namun harapan itu tampaknya jauh panggang dari api, sebab ditahapan pengumuman Cabup dan Cawabup saja Panwaslu diduga telah ada pihak yang intervensi.

KPUD Muara Enim di Pali yang mendapat mandat sebagai penyelenggara Pilkada 2015 nanti dapat membuktikan kejujuran dan keadilan dalam pelaksanaannya. Lebih lagi pihak KPUD sudah menyerukan kepada masyarakat, menyatakan   “Kita Bisa Sukseskan Pilkada” dan memohon kepada seluruh lapisan masyarakat agar ikut berperan serta, sehingga kabupaten kita menjadi contoh terbaik dari kabupaten lain, karena banyak kabupaten yang gagal melaksanakan pilkada.

Kamis 20 Agustus 2015 yang lalu digelar Acara Rapat Pleno Rekapitulasi Syarat Dukungan Pasangan Calon Perseorangan dalam  pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) tahun 2015, sangat diseselkan,  tidak  satu pun awak Media dapat meliput acara itu pihak KPUD Muara Enim di Pali selaku penyelenggara tidak memberikan Informasi kepada wartawan.

Ketua KPU Pusat Husni Kamil Manik S.P yang turut hadir di Pali 20 Agustus 2015 yang lalu,  mengatakan “Apakah Penyelenggara dan seluruh masyarakat  PALI siap untuk melaksanakan Pilkada ditahun 2015 ini, tanya husni.Sebab menurut dia banyak contoh kabupaten yang gagal melaksanakan pilkada.

Pilkada di Kabupaten Pali Husni Kamil Manik berharap situasi di Kabupaten Pali tetap terkendali dan  tetap kondusif dari Pencalonan sampai Pesta Rakyat  tanggal 9 Desember 2015 nanti” ungkap ketua KPU Pusat ini.

Rapat Peleno Rekapitulasi Syarat Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Pewmilihan Bupati dan Wakil Bupati dibawah  pengawalan ketat dari  SatPol PP,Polri, TNI.

Dengan begitu  terkesan Rapat Peleno tersebut tidak boleh dipublikasikan kepada masyarakat Kabupaten  Pali, karena wartawan pun tidak bapat meliput acara itu sebuah pertanyaan ada apakah dengan  “KPUD  Pali” ? kata Agus Rinaldi

Calon Independent pasangan Yamu mengatakan, seperti yang disampaikan KPUD jumlah dukungan keseluruhan   untuk pasangannya 15.700 orang, karena jumlah dukungan berbeda, Pasanagn Yamu mengajukan Permohonan   verifikasi faktual ulang terkait data pendukung yang tidak diverifikasi KPUD.

Seperti di Kecamatan Talang ubi, Desa Talang Bulang, Semangus, Suka maju, Sungai Baung total  data pendukung 1.439. di Penukal Utara 119 pendukung, Penukal 242 pendukung, Abab 750 pendukung  dan Tanah Abang 1.076 pendukung, total 3.626 dukungan. Semua ini adalah menurut catatan data KPUD.

 Pihak KPUD menyatakan di desa Suka Maju  pendukung pasangan Yamu ada  163 data pendukung berstatus  TNI dan Polri, pertanyaan kita apakah KPUD tidak mengenal wilayah desa Suka maju, masyarakat di desa ini adalah pekerjaannya mayoritas bertani, berkebon yang jelas tidak ada anggota Polri dan TNI hingga 163 orang, inilah dinamika pilkada  yang terjadi di Kabupaten Pali, sangat menarik bukan? ungkapnya.

KPUD mengatakan ada penarikan  data pendukung terhadap pasangan Yamu,  di  kecamatan Abab khusus Desa Karang Agung ada 29, di Tanah Abang selatan ada 80, Desa Talang Bulang 64,  Pernyataan penarikan dukungan bermaterai diketahui dan ditanda tangani oleh Kepala Desa setempat.

Untuk itulah pasangan Yamu juga mengajukan verifikasi ulang sebab data  itu tidak sempurna, karena  dari warga pendukung masyarakat itu sendiri menyatakan tidak pernah menarik dukungan mereka kepada pasangan Yamu.

Kita menduga  PPS didaerah bersangkutan tidak bekerja sesuai undang undang,  seharusnya turun kelapangan   menemui langsung ke masyarakat, untuk itu Bola ada diPanwaslu. Panwaslu   wajib mengeluarkan Rekomendasi  tertulis  untuk verifikasi ulang terkait permohonan verifikasi ulang yang kami ajukan karena ada kesalahan.

Selanjutnya pasangan Yamu menunggu panggilan KPUD terkait yang dikeluarkan  rekomendasi Panwaslu, Yamu meminta waktu  1 atau 2 hari guna  proses perifikasi data pendukung.

Tidak ada cela Panwaslu untuk mengeluarkan rekomendasi verifikasi data dukungan, sebab itu hak pasangan calon independent untuk mendapatkan rekomendasi  guna  verifikasi data.

Soal adanya pergantian pasangan calon sampai sekarang ini KPU RI tidak pernah mengeluarkan peraturan atau satu surat pun mekanisme  dukungan penggantian pasangan calon, penggantian pasangan calon ditetapkan  apabila calon tersebut meninggal dunia, dan berhalangan tetap atau gugur kesehatan, tetapi apakah dukungan pasangan calon semula  bisa menjadi data  pendukung  calon pengganti  dan pihak KPU wajib mengumumkan kepada publik tentang penggantian pasangan calon tersebut, dan itu sudah dipertanyakan secara tertulis,  KPU juga akan menjawabnya secara tertulis,sedangkan sampai saat ini KPU belum mengumumkan penggantian pasangan calon kepada publik dimedia apapun.

BHB (Beni Hendra Badrun) yang juga merupakan pasangan Independen mengatakan dengan nada santainya “Diatas Langit Masih Ada Langit”  Kepala Daerah harus  netral agar masyarakat kabupaten Pali bisa lebih leluasa siapa yang akan dipilihnya nanti untuk menjadi Bupati definitif Kabupaten Pali kedepan.

Agus Rinaldi Alias (Black) mengatakan Iwan Pidin anggota Lsm Sigap Kabupaten Pali di kediamannya mengatakan tentang Panwaslu Kabupaten Pali, terkait polemik Pilkada tahun 2015  bahwa Komisioner Panwaslu Kabupaten Pali merasa tidak berkutik karena diduga mendapat tekanan dan Intervensi  dari Penjabat Bupati  Pali yang sekarang menjabat, dan Penjabat Bupati Pali yang lama, Ir.H.Heri Amalindo MM, sebagai calon Bupati Pali yang diusung dan didukung Partai Politik.

Menurut Agus Rinaldi alias Black, Iwan Pidin sekitar jam 16.30 WIB Komisioner Panwaslu Zahri Gusniarto. S. Pd. M. Si, memanggil dia (Iwan Pidin) ke satu ruangan khusus dan Zahri Gusniarto. S. Pd. M. Si mengatakan “Aku ka’ bingung sekarang”,tidak bisa mengeluarkan rekomendasi karena ditekan  oleh Pejabat Bupati yang sekarang dan Heri Amalindo.

 Mendengar ucapan itu Iwan Pisin menyaran kan “kalau ada ditekan berentilah ngurusi Panwaslu ini “  timpal Agus Sahri SPd aku ni kak, dakatek apo-apo disini, aku ni cuma pegawai negeri ,Guru,  gaji kecik, kalu bae disini dapat seseran”

Saya (Iwan pidin) menjawab “dari pada kau jadi korban, bukan cuma  kau bae. Tapi anak bini kau jugo korban” Agus Sahri SPd tidak menjawab hanya diam kata Pidin. Sumber Agus Black

 

 

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.