www.bininfor.com

Bintang Informasi Rakyat

Tim Jaksa Pengacara Negara Sosialisasi Pola kemitraan Dari PT. Inhutani V Lampung.

Tim Jaksa Pengacara Negara Sosialisasi Pola kemitraan Dari PT. Inhutani V Lampung.
Tiem JPN dan Ka Unit INhutani V Lampung
Tiem JPN dan Ka Unit INhutani V Lampung

Tiem JPN dan Ka Unit INhutani V Lampung

Kota Bumi – Bininfor.com Undangan dari Tiem Jaksa Pengacara Negara Lydia Dewi SH MH selaku Jaksa Utama Pratama dan kawan kawan  pada kantor Kejaksaan Tinggi Lampung, di kantor Kejaksan Negeri Lampung Utara. tanggal 13 Januari  2016 terhadap para warga yang turut menggarap lahan di register 46 tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Informasi yang diterima para petani yang diundang khusnya mereka sebagai penggarap berkebun singkong  di petak 2, 3, 8, 9.  register 46 kisaran luas  200 haktaran  petak tersebut di ketuai Haikal warga Desa Kota Negara Ilir dari Kelompok tani Sejahtera, dari kisaran 50 orang yang di undang hanya hadir kisaran 5 orang petani sosialisasi informasinya akan diteruskan pada tanggal 18/01-2016 undanganpun telah tersebar.

Adapun yang  hadir  pada acara sosialisasi pola kemetraan yang di gagas Pt Inhutani V  dominan dihadiri pengurus kelompok tani sejahtera  yang di ketuai Haikal dan para sahabat Haikal berasal dari desa Kota Negara dan ada juga dari desa Pakuwon Ratu Waikanan dan mereka tentunya bukan sebagai petani penggarap di lahan register 46, pada petak 2, 3, 8, 9. yang arealnya berbatasan langsung dengan wilayah Desa Kota Negara.

Selain itu hadir juga  para karyawan Pt Inhutani Manager di register 46 Agus Said, Johar,  Sutono, dll. juga hadir beberapa tokoh masyarakat seperti Ibnu Hajib Desa Kota Napal mantan Anggota DPRD Lampung Utara, Pagar Alam dari Desa Negara Ratu, Martin dari Desa Kota Napal, Asnawi Anggota DPRD Lampung Utara, Arozi dan Tantular kakak dan adik kandung Haikal dari Jakarta yang lagi pulang kampung.

Ketua Tiem Jaksa Pengacara Negara Ibu Lydia Dewi SH MH dalam pertemuan itu mengatakan pihaknya di beri kuasa dari PT Inhutani V Lampung untuk mensosialisasikan program kerja Pt Inhutani V Lampung dalam membangun pola kemitraan dengan para petani penggarap di register 46 dan untuk memperifikasi ulang para petani penggarap yang ada di sana dan Ibu Lydia Dewi juga sempat bertanya kepada pengurus kelompok tani yang hadir apakah para pengurus adalah sebagai petani penggarap,.? katanya..

Namun dalam pertemuan itu, Ibu Lydia Dewi SH MH tidak menjelaskan secara spesifik pola kemintraan yang akan dilakukan pihak Pt Inhutani V Lampung di bawah kepemimpinan Ir Barnabas Loli, Ibu Lydia Dewi hanya mengatakan dalam rangka menunjang program pemerintah untuk meningkatkan swasembada gula Sekalipun Ibu Lydia Dewi tidak secara spesifik mengatakan untuk berkebun tebu, hal tersebut dapat di mengerti Asnawi Anggota DPRD Lampung Utara yang hadir saat itu (13/01-2016).

Asnawi mengatakan kalaupun pertemuan hari ini apakah ini undangan atau panggilan kepada para petani, sebenarnya tidak harus di melalui dan di Kantor Kejaksaan Negeri Lampung Utara, kalau tujuannya adalah sosialisasi sebab asumsi masyarakat awam mendengar Jaksa  mengundang atau memanggil menggunakan alamat Kantor Kejaksaan itu tentu diartikan akan berurusan dengan hokum.

Asnawi Menyatakan, kalau hanya untuk sosialisasi pola kemitraan dari Pt Inhutani V dalam rangka membangun pola kemitraan untuk betani tebu, seperti yang pernah di sampaikan pak Barnabas saya siap mempasilitasi tempat mari kita kumpulkan masyarakat semua pihak kita hadirkan, seperti Camat Kepala Desa pihak PTP jika itu kerjasamanya dengan PTP.

Tetapi perlu pihak pengacara Negara dari Kejaksan Tinggi Lampung ketahui bahwa untuk menanam tebu itu tidak mudah. sebab para petani dan khususnya saya sendiri sangat memahami soal bertani tebu jelasnya Asnawi.

Selain menanggapi soal pola kemitraan untuk bertani tebu Asnawi juga menyinggung keberadaan para petani yang ada di register 46, semua petani pada umumnya setuju membangun pola kemitraan dengan Pt Inhutani V Lampung dan sama sama kita ketahui para petani yang menggarap lahan di register 46 adalah para petani yang masih sangat patuh dan sadar bahwa mereka menumpang memanfaatkan lahan di register 46 itu, kalau kita per bandingkan di register lain seperti register 42, 44, 45, lahanya sudah jadi permukiman penduduk katanya.

Dan kenapa pertemuan hari ini para petani banyak yang tidak hadir, Pertama, mereka pada takut karena anggapannya akan berurusan dengan hokum, Kedua, orang orang yang ada disini pada umumnya sangat saya kenal, baik sebagai petani maupun selaku pengurus kelompok tani, bagaimana program ini mau berjalan jika pengurus Kelompok Taninya  bukan sebagai petani penggarap lahan di register 46  bagimana masyarakat petani mau hadir.

 Kemudian kalau tujuannya hanya untuk memanfaatkan karena ada bantuan bansos sumber APBN  tidak semudah itu dan jangan di kira bisa kita gunakan tidak sesuai dengan peruntukannya bisa di penjara jangankan seperti kita ini Gubernur pengacara hebat terlibat penggunaan bansos tidak sesuai peruntukannya di penjara ungkap Asnawi 13/01-2016 di ruang pertemuan Kejaksaan Negeri Lampung Utara. *** Tim Redaksi

 

 

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.