www.bininfor.com

Bintang Informasi Rakyat

Jalan Lingkar Diduga Rusak Parah Akibat Angkutan Batubara dan Kayu PT TEL.

Jalan Lingkar Diduga Rusak Parah Akibat Angkutan Batubara dan Kayu PT TEL.
Posted by:

Prabumulih. Bininfor.com-Sarana prasanan jalan dibawah pengendalian dan pengawasan Dinas Perhubungan Kota Prabumulih tanpak  semakin  memperihatinkan. Sarana prasana itu merupakan bagian kepentingan vital masyarakat  secara umum.

Seperti keadaan jalan lingkar yang sudah berstatus Jalan primer tiga  (jalan nasional), mulai dari Tugu Nanas hingga Tugu Simpang Desa Sindur , kondisinya rusak  parah. Penyebabnya akibat Kendaran Angkutan Batubara dari Lahat kepalembang dan Angkutan Kayu yang akan dijual ke PT Tel dari Palembang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Prabumulih Syarifudin SH mengakui, parah kerusakan jalan lingkar itu,  penyebabnya didominasi oleh Kendaraan Angkutan Batubara ke palembang dan Angkutan Kayu yang akan dibawa ke PT TEL.

Menurut Syarifudin para Pengusaha Angkutan Batubara dan Angkutan Kayu hendaknya memiliki kesadaran dalam mengunakan kendaran angkutannya, yang memlewati jalan umum memperhatikan juga klasifikasi jalan.

Sebab untuk klasifikasi jalan lingkar hanya mampu menopang bobot muatan  8  ton, jangan menggunakan muatan tonase lebih, keadaan dilapangan Angkutan Batubara mestinya menggunakan Dum Truk sumbu  dua  8 ton, ini muatannya mencapai 12 hinga 14 ton, kendaran Angkutan Kayu mestinya menggunakan Truk Puso 12 hingga 20 ton, ini menggunakan Tronton dengan tonase hingga 40 ton katanya.

Syarifudin menjelaskan berdasarkan informasi untuk Jalan lingkar rencana pembangunannya sudah masuk tahab tender di Balai PU Bina Marga Sumatera Selatan nilai anggaran pembangunannya saya mendapat informasi dari Polres mencapai 100 Miliar .

Syarifudin juga menuturkan, soal keberadaan Jalan Sudirman Kota Prabumulih mulai dari Tugu Nanas hingga simpang Air Nabcur Jalan Lingkar  RSUD Kota Prabumulih. Status Jalan Sudirman masih merupakan jalan Primer hanya pengelolaannya menjadi tanggung jawab pemerinrah Kota Prabumulih,

Terkait dengan  sarana prasarannya seperti Lampu Merah di simpang  Pertamina Bawah Kemang yang tidak berfungsi secara baik, kita pada tahun 2015 sudah mengusulkannya ke Dirjen Perhubungan Darat BPSTP melalui Balai besar Jambi.

Untuk sarana informasi melali Pemasangan Videotrons dekat pintu rel kereta api prabumulih timur, kenapa belum berpungsi, karena kita belum melakukan kontrak kerja jadi selama penayangan beberapa waktu lalu sipatnya hanya sebatas uji coba dan promosi. Pungkasnya.

Sumber lain yang enggan disebut indentitasnya mengatakan. Kendaraan angkutan batubara dan kendaraan angkutan kayu ke PT TEL yang melewati jalan lingkar  menjadi rusak parah pengusaha angkutan menggunakan kendaraan angkutan tonase lebih itu.

Tidak telepas dari adanya oknum kepolisian yang turut bernain dalam bisnis dan menjadi beking angkutan batubara dan angkutan kayu. Dengan adanya oknum yang turut bisnis dan membekingi kedua kendaraan akutan tersebut. tentunya satuan Lantas Polres Kota Prabumulih. Berpikir dua kali untuk menindak kendaraan angkutan batubara dan angkutan kayu, apa lagi oknum itu dari Polda Sumsel katanya.

Menurut Sumber, khusnya angkutan kayu yang di bawa ke PT Tel dari Palembang, bukan kayu dari PT MHP melainkan kayu yang berasal dari masyarakat biasa yang di beli oleh oknum oknum dimaksud dan bekerja sama dengan oknum pegawai PT TEL sehingga kayu yang diangkut itu asumsi masyarakat kayu dari PT MHP padahal bukan jelas sumber meyakinkan.

Untuk angkutan batubara sama saja  mulai dari tenaga keamanan angkutan dan pengamanan di jalan raya disetiap daerah tidak terlepas dari adanya oknum polisi dan TNI yang turut bermain di bisnis ini, kata sumber *** Agus Nadi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.