www.bininfor.com

Bintang Informasi Rakyat

Sopir Angkutan Batubara Tidak Taati Izin dari Gubernur.

Sopir Angkutan Batubara Tidak Taati Izin dari Gubernur.

gambar laka lantas

Muara Enim, Bininfor.com – Ketua Harian Markas Cabang LMP Kabupaten Muara Enim Uci Kamsi mengatakan  para sopir angkutan batubara tidak mentaati izin yang diberikan Gubernur Sumatera Selatan yang melintasi jalan umum.

Berdasarkan hasil pemantauan Pengurus Laskar Merah Putih Kabupaten Muara Enim, dan berdasarkan informasi dari masyarakat, melalui Pengurus Anak Cabang Kecamatan Sepeti PAC Gelumbang, Rambang Dangku. bahwa hingga bulan Februari 2017 para sopir angkutan batubara yang melewati jalan umum belum mentaati seswuai dengan izin yang diberikan Gubernur Smatera Selatan

Uci Kamsi mencontohkan, Dalam SK yang ditandatangani langsung oleh Alex Noerdin terungkap jika izin yang diberikan kepada PT. Ampera Pulau Kemarau mulai berlaku sejak Kamis 20 Oktober 2016 atau sejak surat tersebut ditandatangani. Adapun durasi yang diberikan selama satu tahun.

Dalam SK dengan Nomor:643/kpts/Dishubkominfo/2016 disebutkan, rute angkutan tersebut meliputi wilayah Kabupaten Lahat, Muara Enim, Kota Prabumulih, Kabupaten Ogan Ilir dan Kota Palembang. Dimana syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan tersebut antara lain, melapor kepada pihak Dishubkominfo Provinsi Sumatera Selatan, menggunakan mobil angkutan truk dengan Nopol plat BG.

Selain itu, pihak angkutan harus mematuhi tonase yang sudah ditetapkan, serta memasang nama perusahaan disisi kanan dan kiri angkutan. Selama beroperasi, kendaraan harus menggunakan terpal dan tidak boleh konvoi melebihi dua kendaraan. Sementara untuk jam operasionalnya adalah pukul 18.00 WIB- 05.00 WIB.

Uci Mengatakan. Dalam SK dengan Nomor:643/kpts/Dishubkominfo/2016  pada Kamis 20 Oktober 2016 atau sejak surat tersebut ditandatangani. Adapun durasi yang diberikan selama satu tahun. jika kita hitung  sudah 4 (empat bulan pelaksanaan angkutan batubara berjalan tidak ada tanda tanda sebagian besar sopir angkutan batuabara itu yang mentaati ketentuan izin dari Gubernur.

Mengingat kita dari Laskar Merah Putih  adalah salah satu ormas yang keberadaannya secara sah  di kabupaten Muara Enim, dalam waktu dekat ini akan menyuratisalah satu perusahaan yang mendapatkan izin angkutan seperti  PT. Ampera Pulau Kemarau, karena perusahan tersebut, mulai izin angkutannya berlaku sejak Kamis 20 Oktober 2016 atau sejak surat tersebut ditandatangani Gubernur.

Apa yang menjadi dasar kita dari Laskar Merah Putih harus menyurati perusahaan yang mendapat izin angkutan batubara, Pertama karena para sopir  tidak mentaati ketentuan izin yang diberikan Gubernur. Kedua dengan angkutan batuabara melintasi jalan umum di sianghari mengganggu para pengguna jalan lainnya, banyak terjadi laka lantas, terjadi kemacetan, sepeti ysnh terjadi baru baru ini, yang di alami ketua  Pak Udin tiket pesawatnya hangus karena terlambat ke bandara Pak Udin terjadi kemacetan di daerah OI ke Palembang, hingga berjam jam. Laka lantar yang terjadi dengan anak Ketua PWI Muara Enim. Penyebabnya karena angkutan batubara. Ungkap Uci. *** Redaksi.

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.