www.bininfor.com

Bintang Informasi Rakyat

Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian SH Di Vonis Enam Tahun Penjara

Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian SH Di Vonis Enam Tahun Penjara

Palembang, Binifor.com – Bupati non aktif Banyuasin Yan Anton Ferdian SH (YAF) (33) di Pengdilan Tipikor Palembang, Kamis (23/03/2017) divonis hukuman enam tahun penjara dan denda Rp. 200 juta subsider satu bulan kurungan oleh Ketua Majelis Hakim Drs Arifin SH Mhum, dengan hakim anggota Paloko Hutagalung SH MH dan Haridi SH MH.
Putusan majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Roy Riadi SH yang menjeratnya dengan hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp. 300 juta subsider tiga bulan kurungan.
Majelis hakim menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 12 huruf a UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 jonto Pasal 55 ayat 1.
Selain itu, majelis hakim juga mencabut hak politik YAF selama tiga tahun setelah menyelesaikan masa hukuman atau lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa.
Sebelum vonis dijatuhkan kepada YAF , empat terdakwa lainnya, Umar Usman, mantan Kadis Pendidikan Banyuasin divonis empat tahun penjara denda Rp.200 Juta subsider satu bulan kurungan. Begitu juga kepada tiga terdakwa, Rustami (Kasubag Rumah Tangga Pemkab Banyuasin), Sutaryo (Kasi Pengembangan Mutu Pendidikan Kadis Pendidikan Banyuasin) dan Kirman (Direktur CV Adi Sai).
Sebelum YAF, seorang pengusaha yakni Zulfikar Muharrami telah divonis hakim Pengadilan Tipikor Palembang hukuman 1,5 tahun penjara setelah terbukti menyediakan dana untuk menyuap Bupati YAF.
YAF dimajukan ke persidangan setelah OTT KPK pada 4 September 2016 lalu saat menerima suap dari Zulfikar dengan perantara Kirman. Saat itu YAF menerima bukti setor pelunasan Ongkos Naik Haji (ONH) Plus atas nama dirinya dan istri senilai Rp.531 juta.
Terungkap dalam persidangan terungkap bahwa YAF kerap menerima gratifikasi atas proyek pemerintah yang diberikan ke sejumlah pengusaha. Para bawahaan diperintahkan untuk menghubungi sejumlah pengusaha rekanan pemerintah untuk mencarikan dana untuk kepentingan pribadi bupati.
Para pengusaha yang telah memberikan ijon ke bupati ini nantinya akan mendapatkan imbalan berupa proyek pada tahun anggaran mendatang. Kegiatan korupsi ini telah berlangsung lama, dan berdasarkan fakta dipersidangan telah berlangsung sejak 2012.
Sementara hal-hal meringankan yang menjadi pertimbangan hakim yakni terdakwa mengakui dan menyesali perbuatan. Sementara yang memberatkan sebagai pimpinan tertinggi pada pemerintah kabupaten, terdakwa menjadi pelaku utama tipikor.
Atas putusan hakim ini, terdakwa menyatakan menerima. JPU menyatakan pikir-pikir. Saya menerima dan akan menjalani hukuman ini, kata YAF yang dicegat wartawan saat keluar dari ruang sidang.
Terlihat ruang sidang dipenuhi para pengunjung dan sejumlah keluarga para terdakwa Heri adik kandung YAF seta keluarga terdakwa Umar Usman, mantan Kadis Pendidikan Banyuasin, Rustami selaku Kasubag Rumah Tangga Pemkab Banyuasin), Sutaryo (Kasi Pengembangan Mutu Pendidikan Kadis Pendidikan Banyuasin) dan Kirman (Direktur CV Adi Sai). Tampak beberapa polisi juga berjaga baik di luar maupun dalam ruangan. Tidak terihat sang istri Bupati Banyuasin nonaktif YAF.
YAF mendapat giliran terakhir dalam sidang pembacaan putusan, terdakwa YAF berusaha tenang dan tetap ramah menyapa sejumlah wartawan yang meliput jalanya persidangan.
Tepat Pukul 15.35 WIB terdengar ketukan palu ketua majelis hakim tiga kali, tanda putusan telah usai. Usai dijatuhkan vonis selama enam tahun, YAF bangkit dari bangku terdakwa dan menyalami majelis hakim maupun JPU satu per satu. (y2n) Sumajaku.com

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.