www.bininfor.com

Bintang Informasi Rakyat

10 Oknum Jaksa Dilaporkan Ke Mapolda Sumsel,

10 Oknum Jaksa Dilaporkan Ke Mapolda Sumsel,

Palembang . Bininfor.com – Zulham Efendi (baju pink) bersama rekannya dan didampingi pengacara membuat laporan ke Mapolda Sumsel, Jumat (28/7/2017). Mereka mengaku dikeroyok 10 oknum pegawai kejaksaan.

Korban Zulham Efendi (37) dan Ndang Jay Satriani (38)mengaku kedua korban dikeroyok karena persoalannya hanya sepele, gara-gara pelaku tidak diterima mobil mereka disalip. “Mungkin mereka tak senang kami salip, jadi mereka menghadang lalu mengeroyok kami,” ungkap Zulham saat melapor ke SPKT Polda Sumsel, Jumat (28/7/2017).

Zulham yang tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Satpol PP Kabupaten Musi Rawas Utara ini mengaku tidak mengenal ke 10 oknum jaksa tersebut. Namun ia masih ingat dari pakaian yang dikenakan para pelaku. Dua di antaranya oknum itu ada sebagai Kasi Pidana Khusus Kejari inisial AH dan Kasi Pidana Umum inisial BS. ungkap Zulham

Zulham, menjelaskan kejadian pengeroyokan  berawal saat dia dan temannya mengendarai mobil dari arah Muba menuju Musi Rawas Utara, Kamis (27/7/2017). Pada waktu melintasi jalan di Desa Lais, Kecamatan Lais, Muba, korban menyalip dua mobil yang dikendarai para  oknum Jaksa tersebut.

Tak senang didahului, para terlapor mengejar dan menghadang mobil korban. Saat itu, korban Zulham langsung meminta maaf kepada para terlapor, namun justru dibalas dengan pukulan oleh terlapor AH. kedua korban ditarik keluar mobil dan dikeroyok habis-habisan oleh para terlapor.

Bahkan AH dan BS memukul dengan kunci roda, menendang dada dan memukul pakai tangan. Sementara delapan jaksa lain memegangi kedua korban agar tidak bisa melawan.

Akibat pengeroyokan oleh para terlapo, korban Zulham menderita luka lebam di pipi kanan, tangan kiri, dan memar di dada. Sedangkan rekannya Ndang luka di tangan kiri dan dada akibat ditendang para terlapor. Beruntung, kedua korban diselamatkan warga dan akhirnya diamankan ke polsek setempat. para terlapor karena merasa sebagai aparat hukum. Melakukan intimidasi kepada kedua korban

 “Kami disuruh pulang beditu saja oleh para terlapor, karena para terlapor masih mengaku benar,” mereka tidak ada permintaan maaf atau apapun ,  ujarnya korban Zulham .

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Cahyo Budisiswanto mengatakan, telah menerima laporan korban dan akan dimasukkan dalam dugaan tindak pidana pengeroyokan sesuai Pasal 170 KUHP.

Barang bukti yang dibawa pelapor adalah kepala kunci roda, pakaian korban, dan surat visum dokter. “Kita akan proses sesuai hukum yang berlaku, terlapor akan segera diperiksa,” ujar Kombes Pol Cahyo. Sumber: Sriwijaya Post/Darwin Sepriansyah  dan TRanspormasi.com.

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.