www.bininfor.com

Bintang Informasi Rakyat

Diduga Akibat Pengerjaan Seismik PT GSI, Rumah Waga Desa Gemawang Banyak Retak Retak.

Diduga Akibat Pengerjaan Seismik PT GSI, Rumah Waga Desa Gemawang Banyak Retak Retak.

Muara Enim, bininfor.com – Ada kisaran 350 rumah warga Dusun satu dan Dusun empat Desa Gemawang kecamatan Rambang Dangku pda retak diduga akibat pengerjaan seismik pada bulan Nopember 2017 lalu

Rumah Yonsah warga Dusun IV Desa Gumawang Kecamatan Rambang Dangku, retak karena pekerjaan seismik dari PT Gelombang Seismik Indonesia dan PT Strada salah satu KSO PT Pertamina Limau Tebat Agung Rambang Dangku. Beberapa rumah warga yang sempat di wawancarai awak wartawan antaranya Rumah Yonsah dan Rumah Zulkifli.

Yonsah menuturkan “Rumah kito banya retak karena pekerjaan seismik didesa ini,” dan yang kita sesalkan pihak perusahaan tidak mensosialisasikan pengerjan seismik ini kepada kami selaku warga desa Gemawang jelasnya
.
Ditempat yang sama Zulkipli warga Kampung IV Desa Dusun IV Gemawang, mengatakan sekitar 350 rumah warga yang pada retak retak, akibat pekerjaan seismik.

Menurut Zulkifli hingga hari ini abtu (27/1). Belum ada kejelasan adanya penggatian dari PT GSI dan PT Strada, pihak perusahaan sudah pernah melakukan pemeriksan rumah rumah warga yang pada retak itu. “Kami menuntut ganti rugi sesuai,” ujarnya

Ditempat yang sama Aan, salah satu tokoh didesa Gemawang juga angkat bicara dia mengakui kaqlau pihak PT Gelombang Seismik Indonesia sebelumnya pernah melakukan sosialisasi. Kalau seingatnya “Ada dua kali dilakukan sosialisasi,” namun pihak perusahan hanya menjelaskan kepada warga yang kebun karetnya terkena pengeboran seismik,

Kalau soal adanya pengerjaan yang menggunakan alat Vibro yang dilakukan dalam desa pihak perusahaan mengatakan kepada warga kalau getaran vibro itu tidak ada dampaknya kepada lingkungan dan rumah rumah warga. Karena menurut pihak perusahaan PT. GSI kekuatan getarannya hanya kisaran 25 persen yang dipakai, akan tetapi kenyataannya rumah rumah warga pada retak retak akibat getaran vibro itu jelasnya.

Aan mengatakan pihak PT GSI sebelum melaksanakan pekerjaan, menggunakan vibro di beberapa titik depan rumah warga. P:ihak Perusahaan sebelumnya ada memeriksa rumah warga, juga setelah pelaksanan penegrjaan selesai pihak perusahaan melakukan pengecekan kembali dan mereka minta di dampingi perangkat desa, untuk memeriksa rumah warga kembali.

Hardi Kades Gemawang ketika ditemui mengakui kalau dari PT GSI sebelumnya pernah melakukan sosialisasi, kepada warga tetapi terhadap warga yang kebunnya terkena pengerjaan seismik, dan pihak perusahaanpun mengatakan kepada warga ledakan seismik di kebun kebun warga tidak ada dampak megatif, malah menurut pihak PT GSI lelagan itu dapat menyburkan tanah sebagai pupuk,

Untuk desa Gemawang kita baru sekali ini mengenal kegiatan seismik, kita awam dengan pengerjaan seismik, Soal ada penegrjaan yang menggunakan vibro pihak perusahaan tidak menjelaskan kepada warga kalau sampai ada dampat terhadap rumah warga yang retak, pihak perusahaan tidak pernah menjelaskan hal itu

Hardi Menyatakan, selaku kepala desa, apa yang menjadi keluhan warga, soal rumah yang pada retak akibat getaran vibro dari PT GSI, tetap saya memperjuangkan hak warga agar dari PT GSI dan PT Strada bertanggung jawab. Apakah dengan cara diganti rugi atau di perbaiki, apa lagi jumlah rumah warga yang pada retak cukup banyak mencapai 350 rumah, kita perjuangkan sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Hardi. Redaksi Ags.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.