www.bininfor.com

Bintang Informasi Rakyat

M Gustaf Akib : Konpensasi Sudah Sesuai Dengan Perhitungan Tim

M Gustaf Akib : Konpensasi Sudah Sesuai Dengan Perhitungan Tim
Prabumulih, Bininfor.com – Assistent Goverment and PR Pertamina EP Asset II, M Gustaf Akib mengatakan bahwa masih ada Sebanyak 32 dari 109 warga di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Prabumulih Selatan, yang rumahnya mengalami keretakan di tahun lalu akibat aktifitas pertambangan PT Pertamina EP Asset II dan munculnya air asin, sampai saat ini belum mengambil kompensasi
Beberapa warga ada yang masih menganggap kompensasi tidak sesuai dengan dampak kerusakan yang ada. Namun, ada juga yang baru akan mengambil kompensasi, tetapi tidak bisa lagi karena sudah lewat batas waktunya.

“Kompensasi yang kami keluarkan sudah tidak bisa bertambah lagi. Kalau itu masih bertambah, warga yang lain akan komplain. jumlah rumah yang mendapat konpensasi tersebut, sudah sesuai dengan perhitungan tim

Dijelaskannya  Tim dibentuk dan mendapatkan SK dari Walikota,” ujarnya usai rapat tertutup di Kantor L&R PT Pertamina EP Asset II, Senin (5/3/2018) siang.

Gustaf mengatakan, kalau warga yang berjumlah 32 orang itu masih tak mau mengambil kompensasi yang disiapkan, pihaknya akan mempersilahkan warga untuk mencari jalan yang dianggap perlu.
“Yang jelas, kebijakan yang dikeluarkan itu adalah kebijakan tim, bukan kebijakan kita Pertamina,” seusai hasil kesapakatan tim, maka waktu pengambilan kompensasi hanya sampai 5 April 2018. jelasnya.

Menurutnya, kompensasi untuk 32 warga tersebut berbeda-beda sesuai dengan tingkat kerusakan.”Namun, ada satu rumah warga kita yang mendapat kompensasi mencapai sekitar Rp 74 juta. Karena memang setelah dicek, rumah yang bersangkutan mengalami rusak cukup parah,” ungkapnya.

“Setelah tanggal yang ditetapkan, kitatidak akan membuka lagi kesempatan, sebab kami juga dikejar anggaran. Sebenarnya dana kompensasi ini pun diambil dari anggaran 2018, yang tadinya memang tidak ada,” terangnya seraya menegaskan jika pihaknya terus menjalin komunikasi dengan kepala desa (Kades), karena ada sekitar 31 warga yang melalui Kades, tapi satu orang lagi belum ada kabarnya.
Assisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Prabumulih, H Asymuni Hambali MPdI mengutarakan  batas kewenangan Pemkot hanya memfasilitasi dan memediasi antara kedua belah pihak. sejauh ini komunikasi yang dijalin antara Pemkot dan Pertamina masih berjalan lancar dan tidak ada kendala.

“Kami akan komunikasikan kembali dengan masyarakat tentang ganti rugi itu. Dan Pertamina EP Asset II memberikan waktu kepada masyarakat untuk kompensasi itu,” akunya.

H Asymuni Hambali MPdI  membenarkan, Sampai saat ini masih ada 32 warga lagi yang belum mengambil kompensasinya. Masalahnya, ada warga yang dipanggil tetapi tidak datang. Ada juga yang mungkin meminta agar kompensasi ganti ruginya ditambah,” tukasnya pria mantan Kepala Kantor Kementrian Agama Prabumulih tersebut. (Br/Ags)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.