www.bininfor.com

Bintang Informasi Rakyat

Pengertian Rukun Iman dan Rukun Islam

Pengertian Rukun Iman dan Rukun Islam

 

Bininfor.com – penjelasan tentang rukun iman dan rukun Islam.
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada malaikat
3. Iman kepada kitab Allah
4. Iman kepada Rasul Allah
5. Iman kepada hari akhir
6. Iman kepada Qada dan Qadar

Iman (percaya) kepada Allah

Iman kepada Allah merupakan Rukun Iman yang paling utama yang menjadi dasar keimanan seseorang. Beriman kepada Allah berarti wajib mempercayai bahwa Allah itu ada, Dialah Yang Maha Esa, Dialah yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya, Dia yang telah menghidupkan dan mematikan semua makhluknya. Allah pula yang telah menciptan manusia dengan seindah-indahnya, yang telah memberi rizki berlimpah luah sehingga kita masih dapat merasakan nikmat tersebut.

2) Iman (percaya) kepada malaikat

Iman kepada malaikat berarti kita wajib meyakini bahwa malaikat adalah makhluk yang Allah ciptakan dari pada Nur (cahaya) dan boleh berupa berbagai bentuk, malaikat tidak sama dengan manusia dan tidak bersifat seperti sifatnya  manusia. Malaikat bukan laki-laki dan bukan perempuan. Dalam menjalankan tugasnya Malaikat sangat patuh dan taat terhadap perintah Allahg. Dan Kita wajib meyakini dan mempercayai bahwa ada 10 malaikat yang wajib kita ketahui yaitu:

1) Jibril : tugasnya membawa wahyu

2) Mikail : tugasnya menurunkan hujan

3) Israfil : tugasnya meniup sangkalkala

4) Izrail : tugasnya mencabut nyawa

5) Mungkar : tugasnya memeriksa dan menanyakan mayit didalam qubur

6) Nangkir : tugasnya memeriksa dan menanyakan mayit didalam qubur

7) Raqib : tugasnya mencatat amal kebaikan

Atid : tugasnya mencatat amal keburukan

9) Malik : tugasnya menjaga pintu neraka

10) Ridwan : tugasnya menjaga pintu syurga

3) Iman (percaya) kepada Rasul-Rasul Allah

Beriman kepada Rasul-rasul Allah yaitu wajib meyakini dan percaya bahwa Allah swt telah mengutus para Rasul dan nabi kepada manusia didunia ini untuk memeperingatkan manusia dan membawa manusia ke jalan yang benar supaya kita dapat hidup bahagia didunia dan diakhirat. Dan kita wajib percaya bahwa jumlah Nabi yang diangkat menjadi rasul adalah berjumlah 25 orang.

4) Iman (percaya) kepada kitab-kitab Allah

Beriman kepada kitab-kitab Allah yaitu meyakini dan percaya bahwa Allah telah menurunkan wahyu (kitab suci) melalui malaikat jibril kepada para nabi untuk disampaikan kepada ummat yang berisi tentang petunjuk dan pedoman bagi umat islam. Yang dengan kitab tersebut kita tidak akan tersesat selama-laamanya. Yaitu kitab suci Al-qur’an bagi kita umat Nabi Muhammad SAW. Sedangkan kitab yang Allah turunkan ada 4 yaitu:

1. Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS

2. Zabur diturunkan kepada Nabi Daud AS

3. Injil diturunkan kepada Nabi Musa AS

4. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW

Dari keempat kitab tersebut, kitab pedoman umat Nabi Muhammad SAW hanya satu yaitu Al-qur’an. Yang dengan kitab tersebut kita tidak akan tersesat selama-lamanya.Tidak ada kitab lain, karena kitab taurat, zabur, injil semua itu telah dimensohkan ke dalam al-Qur’an.

5) Iman (percaya) kepada Hari Kiamat

Iman kepada hari kiamat yaitu meyakini dan percaya bahwa hari kiamat (hari pembalasan) itu pasti akan datang. Yang mana pada hari itu semua manusia akan dikumpulkan kepadang mahsyar untuk memertimbangkan amalan-amalan atau perbuatan yang pernah ia lakukan didunia fana ini. Jadi apabila didunia ia mengerjakan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangannya maka ia akan memasuki syurga jannatun na’im. Sebaliknya apabila didunia dia tidak pernah mengerjakan perintah Allah maka nerakalah yang menunggu mereka. Nauzubillah

6) Iman (percaya) kepada Qada dan Qadar (Takdir yang baik dan yang buruk)

Iman kepada qada dan qadar yaitu meyakini dan percaya bahwa semua yang berlaku dalam alam ini semuanya ketentuan dan ketetapan Allah SWT. Artinya kita wajib untuk mengimani bahwa semua yang telah Allah Takdirkan, apakah itu kejadiannya baik atau buruk maka itu semua  bersumber dari Allah SWT.  Karena Allah mengetahui semua  kejadian yang  sudah terjadi, yang sedang terjadi, dan yang belum terjadi, serta semua kejadian yang tidak terjadi seandainya terjadi maka Allah mengetahuinya bagaimana itu terjadi. Wallahu A’lam Bissawab…

Iman kepada ALLOH SWT

Seseorang tidak dikatakan beriman jika orang tersebut belum mengakui atau mempercayai adanya ALLOH SWT,yang merupakan tonggak atau dasar keimanan seseorang.

Seseorang dikatakan beriman kepada ALLOH SWT  maka orang tersebut harus mengimani 4 hal ,meliputi:

Mengakui dan mempercayai adanya ALLOH SWT.Mengimani RUBBIAH Alloh swt ,yaitu bahwa tiada yang menciptakan , mengatur , dan menguasai alam semesta ini kecuali ALLOH swt.Mengimani ULLUHIAH Alloh swt , yaitu bahwa tiada sesutu yang menjadi sesembahan kecuali ALLOH SWT ,dan mengingkari sesembahan kecuali ALLOH SWT.Mengimani Asmaul khusna atau semua sifat – sifat ALLOH SWTIman kepada Mlaikat – malaikat ALLOH SWT

Rukun iman yang kedua yaitu mengimani atau mempercayai adanya makhluk ALLOH yaitu malaikat. Jumlah malaikat Alloh sangatlah banyak diantaranya yaitu

Malaikat Jibril , memiliki tugas menurunkan wahyu kepada Nabi dan RosulMalikat mikail ,memiliki tugas membagi rizky / menurunkan hujanMalaikat Izroil , memiliki tugas mencabut nyawa makhluk yang bernyawa.Malaikat rokib , memiliki tugas mencatat amal baikMalaikat ‘atid , memiliki tugas mencatat amal burukMalaikat Isrofil , memiliki tugas meniup sangkakala (terompet)tanda hari akhir/kiamat.Malaikat Munkar , memiliki tugas menayai mayat di alam kubur.Malaikat Nakir , memiliki tugas menanyai mayat di alam kubur bersama malikat munkar.Malaikat Malik , memiliki tugas menjaga pintu neraka.Malaikat Ridwan , memiliki tugas menjaga pitu surga.Iman kepada kitab – kitab Alloh swt

Rukun iman yang ke tiga yaitu mengimani atau mempercayai bahwa ALLOH SWT menurunkan firmanNya kepada para Nabi pilihan berupa Kitab.

Mempercayai adanya kitab – kitab sebelum AL-QUR’AN ,kitab – kitab tersebut adalah :

Taurat , diturunkan kepada nabi MusaZabur , diturunkan kepada nabi DawudInjil , diturunkan kepada nabi IsaAL-QUR’AN , diturunkan kepada nabi Muhammad saw

AL-qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan ALLOH  untuk menyempurnakan isi dari kitab-kitab sebelumnya, hal ini harus diimani oleh seorang yang mengaku beriman.

Iman kepada Nabi & Rosul

Rukun iman yang empat yaitu mengimani atau mengakui adanya nabi sebagai utusanNya untuk menjadi perantara antara ALLOH dan para makhlukNya. Jumlah nabi sangat banyak,hanya Alloh yang tahu akan tetapi yang wajib kita ketahui ada 25.

Iman kepada Hari akhir / Hari kiamat

Rukun iman yang ke empat yaitu mengimani bahwa akan adanya hari akhir.

Kiamat ada dua macam yaitu kiamat sugro dan kiamat qubro.

-Kiamat sugro adalah kiamat kecil.contohnya adalah kematian.

-Kiamat kubro adalah hari kehancuran seluruh alam.

Iman kepada qodo dan qodar

Rukun iman yang terakhir yaitu iman atau mempercayai adanya qodo dan qodar.

Apa yang dimaksud dengan qodo dan qodar ?

Qodo adalah ketetepan ALLOH SWT terhadap makhluknya sejak zaman azali sesuai dengan irodat (kehendakNya).Qodar adalah perwujudan dari qodo atau disebut juga dengan takdir

Demikian penjelasan tentang rukun iman, semogasetelah kita mengetahui tentang penjelasan rukun islam di atas, kita senantiasa bersyukur dan tidak lupa dengak kewajiban kita sebagai mahluk ciptaan ALLOH swt. ,,,,,,,,

Kemudian dalam rukun Islam
5 perkara. Yaitu,
1. Mengucapkan Syahadat
2. Sholat
3. Puasa
4. Zakat fitrah
5. Naik Haji

Seorang muslim tentu harus menjalankan rukun Islam. Rukun Islam inilah yang disebutkan dalam hadits dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

?????? ??????????? ????? ?????? ????????? ???? ??? ?????? ?????? ??????? ??????? ?????????? ???????? ??????????? ????????? ?????????? ?????????? ?????????? ??????? ????????? ???????? ?????????

“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah; menunaikan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji ke Baitullah; dan berpuasa Ramadhan.” (HR. Bukhari, no. 8; Muslim, no. 16)

Yang jelas, meninggalkan salah satu dari rukun Islam di atas telah terjatuh dalam dosa besar. Namun ada yang menyebabkan keluar dari Islam, ada yang dikatakan sebagi pelaku dosa besar.

Meninggalkan Syahadat dan Iman

Dijelaskan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah, yang dimaksud dengan hadits di atas, Islam itu dibangun di atas lima perkara seperti tiang untuk suatu bangunan.

Juga yang dimaksud dengan tiang tersebut adalah tiang pokok artinya kalau tidak ada tiang tersebut, tidak mungkin berdiri suatu bangunan. Adapun selain rukun Islam tadi adalah bagian penyempurna. Artinya, jika penyempurna tersebut tidak ada berarti ada kekurangan pada bangunan tersebut. Namun itu berbeda kalau tiang pokoknya tadi tidak ada.

Jelas, Islam seseorang jadi batal jika semua rukun Islam tadi tidak ada. Ini tak ada lagi keraguan. Begitu pula ketika dua kalimat syahadatnya tidak ada, Islam juga jadi hilang. Yang dimaksud dua kalimat syahadat ini adalah keimanan pada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena dalam riwayat lain disebutkan,

?????? ??????????? ????? ?????? ???????? ????????? ??????????? ? ???????????? ????????? ? ????????? ????????? ? ????????? ?????????? ? ??????? ?????????

“Islam itu dibangun di atas lima perkara: beriman pada Allah dan Rasul-Nya; mendirikan shalat lima waktu; berpuasa Ramadhan; menunaikan zakat; dan berhaji ke Baitullah.” (HR. Bukhari, no. 4514)

Dalam riwayat Muslim disebutkan dengan mentauhidkan Allah,

?????? ??????????? ????? ???????? ????? ???? ????????? ??????? ????????? ?????????? ?????????? ?????????? ????????? ????????? ??????????

“Islam dibangun di atas lima perkara: mentauhidkan Allah; mendirikan shalat; menunaikan zakat; berpuasa Ramadhan; dan haji.” (HR. Muslim, no. 16)

Dalam riwayat Muslim lainnya disebutkan,

?????? ??????????? ????? ?????? ????? ???? ???????? ??????? ?????????? ????? ??????? …

“Islam dibangun di atas lima perkata: hanya Allah yang disembah dan sesembahan selain Allah diingkari ….” (HR. Muslim, no. 16) (Lihat Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 145)

Meninggalkan Shalat

Ibnu Rajab berkata, ada berbagai hadits yang menyatakan bahwa meninggalkan shalat mengakibatkan keluar dari Islam. Seperti hadits Jabir berikut yang dikeluarkan oleh Imam Muslim,

?????? ????????? ???????? ????????? ??????????? ?????? ??????????

“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim, no. 82)

Umar radhiyallahu ‘anhu pernah berkata,

“Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat.” (Riwayat ini disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam Ash-Shalah, hlm. 41-42. Dikeluarkan oleh Malik, begitu juga diriwayatkan oleh Sa’ad dalam Ath-Thabaqat, Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Iman. Diriwayatkan pula oleh Ad-Daruquthniy dalam sunannya, juga Ibnu ’Asakir. Hadits ini shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ Al-Ghalil, no. 209)

Bahkan  Ayyub As-Sikhtiyani berani menyimpulkan, “Meninggalkan shalat itu berarti kafir. Hal ini tidak diperselisihkan sama sekali.” (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 147)

Imam Ahmad dan Imam Ishaq juga mengkafirkan orang yang meninggalkan shalat. Mereka samakan dengan kafirnya Iblis yang diperintahkan sujud pada Adam dan enggan. Dan Iblis juga enggan bersujud pada Allah Yang Maha Mulia. (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 149)

Sebagai tanda mulianya shalat, saat lupa atau ketiduran (asalkan bukan kebiasaan) tetap dikerjakan saat ingat atau tersadar.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihiwasalam

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang lupa shalat, hendaklah ia shalat ketika ia ingat. Tidak ada kewajiban baginya selain itu.” (HR. Bukhari, no. 597; Muslim, no. 684)

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

“Barangsiapa yang lupa shalat atau tertidur, maka tebusannya adalah ia shalat ketika ia ingat.”    (HR. Muslim, no. 684)

Meninggalkan Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan itu wajib. Wajibnya puasa ini sudah ma’lum minnad dini bidhoruroh yaitu secara pasti sudah diketahui wajibnya karena puasa adalah bagian dari rukun Islam . Sehingga seseorang bisa jadi kafir jika mengingkari wajibnya puasa. Namun jika malas-malasan puasa Ramadhan, padahal mampu, maka ia terjatuh dalam dosa besar. Hal ini berlaku juga untuk zakat dan haji.

Perhatikan kisah berikut yang menunjukkan hukuman yang pedih bagi yang meninggalkan puasa dengan sengaja.

Dari sahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, beliau (Abu Umamah) menuturkan bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Ketika aku tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki, lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Keduanya berkata, ”Naiklah”. Lalu kukatakan, ”Sesungguhnya aku tidak mampu.” Kemudian keduanya berkata, ”Kami akan memudahkanmu”. Maka aku pun menaikinya sehingga ketika aku sampai di kegelapan gunung, tiba-tiba ada suara yang sangat keras. Lalu  aku bertanya, ”Suara apa itu?” Mereka menjawab, ”Itu adalah suara jeritan para penghuni neraka.”

Kemudian dibawalah aku berjalan-jalan dan aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan dari robekan itu mengalirlah darah. Kemudian aku (Abu Umamah) bertanya, ”Siapakah mereka itu?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam,

”Mereka adalah orang-orang yang berbuka (membatalkan puasa) sebelum tiba waktunya.” (HR. An-Nasa’i dalam Al-Kubra, sanadnya shahih. Lihat Shifat Shaum Nabi, hlm. 25).

Hati-Hati

Kata Ibnu Rajab, ingatlah bahwa rukun Islam yang lima itu saling terkait satu dan lainnya. Kalau satu ibadah tidak diterima, bisa membuat yang lainnya tidak diterima. (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 149)

Namun bisa jadi maknanya adalah bukan tidak sah, sehingga tidak perlu diulang. Namun yang dimaksud adalah Allah tidak meridhainya dan tidak memuji orangnya. Seperti Ibnu Mas’ud pernah berkata, “Siapa yang tidak menunaikan zakat, maka tidak ada shalat untuknya.” (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1: 150)

Bagaimana jika seseorang berpuasa Ramadhan, namun tidak shalat lima waktu?

Kalau kita katakan, meninggalkan shalat itu kafir, apa mungkin puasa Ramadhan yang dilakukan diterima? Silakan renungkan.,,,,ooooo,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.