www.bininfor.com

Bintang Informasi Rakyat

Siswa Sekolahan SDN.1 Dipungut Sumbangan Ratusan Ribu Rupiah

Siswa Sekolahan SDN.1 Dipungut Sumbangan Ratusan Ribu Rupiah

Prabumulih – Bininfor.com – Komite SD 1 Negeri Prabumulih “diduga memungut sumbangan dengan cara memaksakan kehendak terhadap para wali murid”.

inisial JN mewakili wali murid yang tidak mau disebutkan identitasnya, kepada wartawan media ini mengatakan, lembaga Pendidikan SDN 1 Kota Prabumulih yang beralamatkan di Jalan Sudirman, Diduga melakukan pemungutan dana terhadap para murid mulai dari kelas 1( satu) hingga kelas 6,(enam) dengan cara memaksakan kehendak untuk membangun halaman sekolah dengan memasang conblock, seluas lebih kurang 500 meter persegi.

Inisial JN dan beberapa wali murid lainnya menuturkan, keberatannya dengan pemungutan dana yang nominalnya mencapai ratusan ribu rupiah per siswa. Pihak komite dan sekolah telah merincikan dan menentukan monimannya, jika orang tua wali murid memiliki,1 orang siswa Rp Rp150.000, 2 orang siswa Rp250.000, 3 orang siswa Rp Rp300.000. ” Kami keberatan dengan yang dilakukan pihak sekolah SD 1 dan komentaenya”.

Sebab jika harus membangun halaman sekolah dengan memasang conblock, semestinya tidak membebankan kepada para siswa, bagi wali murid yang mampu mungkin tidak berkeberatan. Namun bagi kami yang berpenghasilan pas-pasan tentunya merasa berkeberatan ucap inisial JN mewakili wali murid.

Selain itu inisial JN mengatakan, selaku orang LSM menduga yang dilakukan pihak sekolah SD 1 dan komite nya, itu bertentangan dengan Peraturan Mendikbud, No. 17 tahun 2016, komite sekolah dalam peraturan tersebut boleh menarik sumbangan tetapi sifatnya sumbangan sukarela dan tidak memaksakan.

Ketika nominalnya ditentukan besarannya mencapai ratusan ribu rupiah, itu bukanlah sukarela lagi, sudah menjadi keharusan. Semestinya pihak komite dan sekolahan dapat mengajukan anggaran pembangunan conblock tersebut kepada pihak pemerintah melalui dinas pendidikan yang ada,

peranan komite adalah untuk mendukung program sekolah, kalaupun sudah bicara anggaran pembangunan mestinya komite dapat membantu pihak sekolah untuk mengajukan proposal kepada pihak-pihak yang menurut peraturan dan perundang-undangan sah secara hukum, terhadap para siswa boleh melakukan pungutan sumbangan tapi sifatnya sukarela, ucapnya JN

Ketika dikonfirmasi, kepala sekolah Misdiana 31/08/2018 mengakui adanya pemungutan dana dari siswa untuk pembangunan halaman sekolah SD 1 tersebut dan benar kita melakukan pungutan sumbangan terhadap siswa murid kelas 1 hingga kelas 6, dengan ketentuan jika orang tua Murid memiliki siswa yang belajar di SD 1, anaknya satu orang Rp Rp150.000, dua orang Rp Rp250.000, 3 orang Rp Rp300.000, dan itu semua adalah kegiatan komite sekolah. Selaku kepala sekolah saya tidak terlibat dalam pungutan sumbangan pembangunan halaman  sekolah SDN 1 ini.

Ibu Misdiana menuturkan menjadi kepala sekolah SD 1 Negeri Prabumulih ini sudah kisaran 7 tahun berjalan, Saya sudah sering kali mengajukan proposal bantuan, bahkan kondisi SD 1 kepada pemerintah, soal  siswa sekolah selalu bermandikan Debu  setiap hari dan disini bukan hanya SD 1 saja, ada SD 3 dan SD 8, Tetapi apa yang kita sampaikan selama ini , tidak ada jawaban maupun realisasinya dan kondisi sekolahan ini sudah saya sampaikan sejak 7 tahun yang lalu.

Terkait kegiatan komite yang melakukan pemungutan sumbangan untuk pembangunan conblock halaman sekolah ini saya sudah koordinasi kan dengan Bapak Kepala Dinas Pendidikan namun secara lisan ujar Bu Misdiana.

Ketua komite SD 1, Novrizal Syah mengakui benar ada pemungutan sumbangan yang dilakukan pihak komite sekolah Berdasarkan hasil rapat komite bersama para wali murid pada tanggal 4 Agustus 2018 yang lalu, membahas soal anak didik yang setiap hari selalu mandi debu akibat lapangan SD 1 ini berdebu. Katanya.

Rapat komite dihadiri sedikitnya 200 orang wali murid, menyetujui untuk dibangun conblock, dengan perincian sebagai berikut, 
jumlah siswa SDN 1 Kota Prabumulih sebanyak 587 siswa mulai dari Klas 1 hingga Klas 6. Dan anggaran biayanya kita dibebankan pada   Wali Siswa. Untuk  ukuran luas halaman yang akan kita bangun seluas 540 m2 ( 15 x 36 m2 )  yang memerlukan 25  ribuan contblock dan anggaran material lainnya dengan perincian nominal dana Rp 80 juta rupiah.

Novrizal Syah’ yang didanpingi Kepala Sekolah Ibu Misdiana dan pengurus komite lainnya Sabtu, 01/09/2018 menjelaskan komite sekolahan melakukan hal tersebut, pertimbangan kesehatan dan rasa kemanusiaan, dikarenakan setiap harinya anak didik kita selalu bermandikan debu yang sudah mengganggu kesehatan para murid dalam melakukan proses belajar di sekolahan ini, katanya.

Selain itu, pihak kimite juga telah menjelaskan kepada wali siswa bagi yang tidak mampu silakan menghubungi Kepala Sekolah atau Komite, dan  terkait jika nantinya ada permasalahan  hukum, Novrizal Syah Mangaku telah berkordinasi kepada salah satu Oknum polisi yang masih merupakan saudaranya dan Insyaallah oknum polisi tersebut beberapa waktu lagi akan menjadi penyidik KPK.

Saya sudah berkoordinasi dan Minta pendapat kepada saudara saya tersebut, perihal pemungutan dana oleh Komite sekolah yang saya Pimpin ini, saudara saya itu mengatakan apa yang kamu lakukan Memang agak Riskan, tetapi jika sudah sesuai dengan peraturan dan ketentuan menurutnya tidak masalah.

Lebih lagi apa yang kami lakukan ini sudah merupakan hasil rapat komite bersama para wali murid yang hadir dan telah disepakati dan saya bertekad serta optimis program pemasangan conblock ini Harus terlaksana dan selesai sekalipun harus menanggung resiko apapun, ungkap Novrizal.*** bininfor, Agus Nadi

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.