www.bininfor.com

Bintang Informasi Rakyat

Suatu sistem berbasis teknologi informasi dimanfaatkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI

Suatu sistem berbasis teknologi informasi dimanfaatkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI

 

 

Bininfor.com – Suatu sistem berbasis teknologi informasi dimanfaatkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang untuk memberantas praktik percaloan hingga pungutan liar.

Teknologi yang dimanfaatkan adalah aplikasi pesan singkat WhatsApp sehingga antara pemohon dengan petugas imigrasi dapat diminimalisir untuk berinteraksi secara langsung.

Kepala Seksi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Perjalanan Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang, Taufiq Hidayat menjelaskan, nantinya pemohon mendapatkaj kode booking setelah berinteraksi melalui WhatsApp.

“Layanan di kita sudah disterilkan, jadi tidak semua bisa masuk. Hanya untuk yang sudah memiliki kode booking dan yang memiliki paspor,” kata Taufiq melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/9/2019).

Melalui WhatsApp itu juga para pemohon bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pembuatan paspornya apakah sudah selesai serta biaya pembuatannya.

Untuk kembali mencegah praktik percaloan, kata Taufiq, pembayaran juga kini dilakukan di bank atau kantor pos sehingga tidak ada pembayaran secara langsung.

Taufiq menekankan, upaya-upaya itu dilakukan untuk meminimalisir komunikasi langsung antara pemohon dan pegawai imigrasi sehingga dapat mencegah praktik pungutan liar.

“Media komunikasi yang kami tentukan itu adalah upaya pencegahan agar pegawai kami tidak memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan pemohon di kantor imigrasi melalui jalur komunikasi lain,” jelasnya. sumber. Wartakotalive.com

sistem berbasis teknologi informasi dimanfaatkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI

Bininfor.com – Suatu sistem berbasis teknologi informasi dimanfaatkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang untuk memberantas praktik percaloan hingga pungutan liar.

Teknologi yang dimanfaatkan adalah aplikasi pesan singkat WhatsApp sehingga antara pemohon dengan petugas imigrasi dapat diminimalisir untuk berinteraksi secara langsung.

Kepala Seksi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Perjalanan Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang, Taufiq Hidayat menjelaskan, nantinya pemohon mendapatkaj kode booking setelah berinteraksi melalui WhatsApp.

“Layanan di kita sudah disterilkan, jadi tidak semua bisa masuk. Hanya untuk yang sudah memiliki kode booking dan yang memiliki paspor,” kata Taufiq melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/9/2019).

Melalui WhatsApp itu juga para pemohon bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pembuatan paspornya apakah sudah selesai serta biaya pembuatannya.

Untuk kembali mencegah praktik percaloan, kata Taufiq, pembayaran juga kini dilakukan di bank atau kantor pos sehingga tidak ada pembayaran secara langsung.

Taufiq menekankan, upaya-upaya itu dilakukan untuk meminimalisir komunikasi langsung antara pemohon dan pegawai imigrasi sehingga dapat mencegah praktik pungutan liar.

“Media komunikasi yang kami tentukan itu adalah upaya pencegahan agar pegawai kami tidak memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan pemohon di kantor imigrasi melalui jalur komunikasi lain,” jelasnya. sumber. Wartakotalive.com

sistem berbasis teknologi informasi dimanfaatkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI

Bininfor.com – Suatu sistem berbasis teknologi informasi dimanfaatkan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang untuk memberantas praktik percaloan hingga pungutan liar.

Teknologi yang dimanfaatkan adalah aplikasi pesan singkat WhatsApp sehingga antara pemohon dengan petugas imigrasi dapat diminimalisir untuk berinteraksi secara langsung.

Kepala Seksi Pelayanan dan Verifikasi Dokumen Perjalanan Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang, Taufiq Hidayat menjelaskan, nantinya pemohon mendapatkaj kode booking setelah berinteraksi melalui WhatsApp.

“Layanan di kita sudah disterilkan, jadi tidak semua bisa masuk. Hanya untuk yang sudah memiliki kode booking dan yang memiliki paspor,” kata Taufiq melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/9/2019).

Melalui WhatsApp itu juga para pemohon bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang pembuatan paspornya apakah sudah selesai serta biaya pembuatannya.

Untuk kembali mencegah praktik percaloan, kata Taufiq, pembayaran juga kini dilakukan di bank atau kantor pos sehingga tidak ada pembayaran secara langsung.

Taufiq menekankan, upaya-upaya itu dilakukan untuk meminimalisir komunikasi langsung antara pemohon dan pegawai imigrasi sehingga dapat mencegah praktik pungutan liar.

“Media komunikasi yang kami tentukan itu adalah upaya pencegahan agar pegawai kami tidak memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan pemohon di kantor imigrasi melalui jalur komunikasi lain,” jelasnya. sumber. Wartakotalive.com

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.

downloadfilmterbaru.xyz nomortogel.xyz aplikasitogel.xyz hasiltogel.xyz paitogel.xyz