www.bininfor.com

Bintang Informasi Rakyat

Menunjukan Bahan Batik

Menunjukan Bahan Batik

Bininfor.com – Keterangan gambar : Suwanto menunjukan bahan batik dan pin Korpri kwalitasnya kurang begitu baik.

Negaraonline.media, Asahan – Diduga melakukan korupsi terselubung di Dinasnya, Suwanto seorang ASN yang bertugas sebagai Kepala Seksi (Kasi) di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan itu mendesak Inspektorat segera melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinasnya Drs H M Syraif karena dianggap melakukan dugaan penyimpangan dan atau penyelewengan. Hal itu di pertegas Suwanto, Senin (23/9/19) di kediamannya.

Lebih lanjut, Suwanto mengatakan bahwa dugaan penyimpangan dan atau penyelewengan yang dilakukan pimpinannya itu adalah anggaran kegiatan study banding PNS ke Berastagi pada tanggal 25 s/d 26 Oktober 2018, termasuk didalamnya uang operasional PNS, uang saku dan lain sebagainya tidak jelas.

Selain itu, anggaran untuk pembelian bahan batik dan pin Korpri kwalitasnya kurang begitu baik. Secara kasat mata apabila dibandingkan dengan harga pasar bahan batik dan pin tersebut tidak bersesuaian dengan harga di pasaran.

Bahkan proyek peningkatan jalan produksi peternakan di Desa Silo Bontu Kecamatan Silau Laut dengan mata anggaran sebesar Rp 184 juta APBD 2019 menjadi temuan. Ada 10 titik pekerjaan di dinas itu anggarannya mencapai lebih kurang Rp 4 milyar, ungkap Suwanto yang merupakan sebagai PPTK di Dinas tersebut tidak di fungsikan.

Ironisnya lagi, bahwa anggaran untuk biaya perawatan dan atau pemeliharaan kenderaan roda dua di dinas tersebut tidak jelas peruntukkanya. Terbukti bahwa surat- surat kenderaan dinas roda dua seperti STNK maupun BPKB nya tidak jelas kemana.

Bahkan dirinya pernah meminta kenderaan dinas kepada Sekretaris di dinas tersebut awalnya tidak ada, dan akhirya saya diberikan kereta buatan China yang di ambil dari gudang barang, namun kondisinya rusak dan tidak dapat di perbaiki.

Meski demikian Suwanto disuruh mengembalikan kenderaan tersebut ke Sekretaris. Kemudian Suwanto memohon agar semua kenderaan dinas yang pakai pegawai honorer didata kembali, setelah itu barulah saya mendapat kenderaan dinas merk Honda Megapro, tetapi barang itu juga tidak layak di pergunakan.

Karena saya membutuhkan, mau tidak mau terpaksa di perbaiki ke bengkel sekaligus bongkar mesin, ganti oli, ban dan jari-jari muka belakang menggunakan uang peribadi, cetus Suwanto.

Oleh karean itu, Suwanto berharap kepada Kepala Kejaksan Negeri Asahan dan Inspektorat agar secepatnya melakukan penyelidikan maupum penyidikan terhadap M Syarif selaku Kepala Dinas, agar dugaan penyimpangam dan atau penyelewengan pada dinas tersebut segera terungkap, harap Suwanto.

Sementara Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan Drs H M Syarif belum berhasil di konfirmasi. ( Bawadi )

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.

downloadfilmterbaru.xyz nomortogel.xyz aplikasitogel.xyz hasiltogel.xyz paitogel.xyz