www.bininfor.com

Bintang Informasi Rakyat

Letkol Ahmad Faisal Anak Drs. H. Mardin More Menodongkan Pistol Ke Kepala Saya.

Letkol Ahmad Faisal Anak Drs. H. Mardin More Menodongkan Pistol Ke Kepala Saya.

Bininfor.com – Permintaan Ustadz Muhammad Sutamin Pimpinan Pondok Pesantren Ihya’ Assunnah Kolaka

Kronologi kejadian pemanggilan paksa dan kekerasan terhadap saya (Muhammad Sutamin) pimpinan Pondok Pesantren Ihya’ Assunnah dan upaya paksa pengambilan surat-surat tanah Pondok Pesantren Ihya’ Assunnah.

Pada tanggal 09 Januari 2020, tepatnya setelah sholat dzuhur saya masuk kedalam kantor untuk melanjutkan musyawarah bersama dewan guru dan pengurus Pondok Pesantren Ihya’ Assunnah.

Setelah musyawarah berakhir dan peserta musyawaroh keluar dari ruangan, salah seorang guru bernama Muhammad Dzul Ikbal, S. Pd datang menyampaikan bahwa Drs. H. Mardin More bersama 3 orang tentara (TNI AL) mengambil gambar lokasi pondok.

Tidak lama kemudian, datang salah seorang santri yang lain bernama Farham mengatakan bahwa ada yang ingin bertemu saya.

Saya keluar untuk menemui tamu tersebut dan ternyata mereka adalah saudara Drs. H. Mardin More bersama anaknya yang berpangkat Letkol Marinir AL didampingi oleh 2 anggotanya yang berpangkat Lettu dan Serda.

Lalu saya mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam kantor.

Namun ternyata langsung ditanggapi dengan marah oleh Letkol Ahmad Faisal anak Drs. H. Mardin More serta menodongkan pistol ke kepala saya.

Kemudian Drs. H. Mardin More mendekati anaknya seraya berkata : “Awas kamu ya ! Sudah lama saya tahan anak saya. Sekarang rasakan ! Mau cari mati ? Sekarang saatnya !”

Lalu terjadilah seperti yang terekam dalam video yaitu Drs. H. Mardin More menarik saya yang diikuti dengan dorongan paksa dan upaya pemukulan pada saya, yang diikuti dengan todongan pistol kembali oleh anaknya yang bernama Letkol Ahmad Faisal

Setelah itu mereka memaksa saya untuk mengikuti mereka ke kantor.

Maka saya mencari sendal untuk dipakai namun oknum TNI yang berpangkat Serda menarik leher baju saya sehingga saya hampir terjatuh.

Setelah itu saya digiring ke mobil dengan cara tidak santun yang diikuti dengan berbagai ancaman.

Setelah itu saya meminta idzin untuk mengambil HP namun tidak diidzinkan keluar dari mobil. Maka saya meminta salah seorang santri dan guru untuk mengambil HP di kantor.

Setelah HP diterima, saya diancam untuk tidak boleh menghubungi siapapun. Bahkan HP saya diambil secara paksa.

Saya meminta untuk dibawa ke Polres namun mereka tidak mau dan ternyata mobil diarahkan ke POS Angkatan Laut Kolaka.

Dalam perjalanan di mobil tersebut ancaman – ancaman terus dilakukan diantaranya perkataan Letkol Ahmad Faisal : “Ini sudah dekat dengan laut. tenggelamkan saja !” lalu disahut oleh salah seorang anggotanya : “Siap ! ada semen nanti dicor dan ditenggelamkan !”

Ketika tiba di POS AL Kolaka terjadilah pengancaman, penodongan pistol oleh Letkol Ahmad Faisal di kepala saya seraya berkata “Pistol ini jauh – jauh saya bawa dari Surabaya untuk ditembakkan ke kepala kamu. Kamu bisa membeli hukum. Hukum sekarang sudah bisa diperjualbelikan. Tetapi TNI punya hukum sendiri dan inilah hukum TNI. Berapa milyar kamu bayar hakim. Saya mendapat info dari oknum hakim bahwa kamu membayar hakim. Kalau kamu mau saya akan panggilkan sekarang”. Dan saya menjawab : “Silahkan panggilkan orang yang mana yang saya bayar !”

Setelah itu Drs. H. Mardin More mengambil pistol anaknya tersebut kemudian Pak Letkol ini mencabut sangkurnya dan mengancamkan ke saya dengan badan yang gemetar kareana marah.

Setelah itu terdengarlah tembakan peringatan yang disusul dengan perkataan bahwa itu sudah ada tembakan peringatan.

Hal ini semua mereka lakukan sebagai bentuk intimidasi dan pemaksaan kepada saya untuk menyerahkan sertifikat tanah Pondok Pesantren Ihya’ Assunnah yang dimana tanah tersebut telah dibeli oleh Pondok Pesantren Ihya’ Assunnah dalam hal ini saya dari Drs. H. Mardin More. Dan kasus tanah ini sementara sedang di proses di Mahkamah Agung. Pada putusan Pengadilan Negeri Kolaka dan Pengadilan Tinggi Kendari menyatakan gugatan tersebut dimenangkan oleh saya dan Pondok Pesantren Ihya’ Assunnah dengan status N O.

Karena saya tidak mau, maka intimidasi dan ancaman terus dilakukan dengan penuh kemarahan sehingga demi menjaga stabilitas agar kasus ini tidak melibatkan banyak pihak, maka dengan terpaksa saya bersedia untuk menyerahkan surat – surat tanah tetapi meminta agar didampingi oleh 2 saksi dan pengacara. Namun mereka menolak dan tidak mengizinkan kehadiran pengacara.

Setelah itu saya dilarang pulang mengambil sendiri sertifikat dan 2 surat pengalihan tanah. Saya disuruh untuk menghubungi isteri atau orang lain yang dapat mengambil surat – surat tanah tersebut di tempat penyimpanannya. Maka dengan penuh ancaman saya menelphon saudara Sutarjo dan Imran untuk mengambil surat – surat tanah tersebut di kantor Pondok Pesantren.

Saya terus diancam untuk tidak menghubungi orang lain selain dari 2 orang tersebut. Bahkan salah satu HP saya tetap ditahan oleh petugas dan tidak diidzinkan untuk diambil.

Kemudian terus dilakukan bentuk penistaan dan celaan serta fitnah kepada saya.

Setelah masuk waktu sholat ‘ashr, saya meminta idzin untuk sholat di mesjid kepada salah seorang anggota yang berpangkat Serda namun tidak didzinkan dengan alasan keinginan komandan.

Akhirnya saya sholat di salah satu ruangan yang ditunjukkkan.

Tidak lama setelah sholat ‘ashr, saudara Sutarjo dan Imran tiba di POS AL Kolaka dan mereka masuk ke ruangan. Mereka pun diberikan ancaman – ancaman dan intimidasi – intimidasi.

Letkol Ahmad Faisal berkata : “Saya melihat mereka – mereka ini saya teringat orang – orang Aceh waktu saya di Aceh. Orang – orang Aceh itu memakai jubah, memakai songkok dan berjenggot tetapi jahat !”

Setelah itu terjadilah penandatanganan dan penyerahan surat – surat tanah secara paksa dari saya ke Drs. H. Mardin More yang ditandatangani oleh para saksi.

Saya keluar ruangan dan langsung menuju ke kantor Polres Kolaka untuk melaporkan kejadian yang menimpa saya dan meminta perlindungan dari pihak Polres Kolaka. 10 Januari 2020
Penyusun
Muhammad Sutamin. Diunggah : King prabowo..

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.

downloadfilmterbaru.xyz nomortogel.xyz aplikasitogel.xyz hasiltogel.xyz paitogel.xyz