PT. BARA ALAM UTAMA. DI DEMO WARGA DESA ULAK KEMBANG, NEGRI AGUNG, LEBAK BUDI, KEC. MERAPI, KAB.LAHAT

photo Agus

Lahat Bininfor.com –  22/12/2011 berkisar jam 10,30 wib, sedikitnya 500 orang warga dari ketiga desa, ulak pandan, negri agung, lebak budi. Berdemo dilahan penambangan batubara, PT.  Bara Alam Utama. Para demonstran melakukan pemagaran lahan yang sebagian sudah dibuka perusahaan..

PT. Bara Alam Utama diduga  telah mencaplok lahan masyarakat ketiga desa yang jumlahnya mencapai  ratusan hektar, Menurut  warga pada 2008 lalu PT. Bara Alam Utama hanya membeli seluas 36 hektar saja sementara lahan yang sudah dibuka dan di klem perusahaan sudah lebih ratusan hektar,. Dan perusahan selama ini belum pernah beli lagi, selain 36 hektar itu,  kita sebelum melakukan demo, jauh sebelunya juga  sudah memberitau pihak PT Bara Alam Utama, agar tidak meneruskan membuka lahan yang masih milik masyarakat ketiga desa itu,  tetapi perusahan tetap menjalankan akitivitasnya, tandas seorang demonstaran.

H.Kosasih kabag pertambangan umum Dinas pertambangan dan energi kabupaten .lahat. Saat ditemui wartawan media ini 22/12/2011 mengungkapkan Kabupaten Lahat sejak tahun 2008 lalu, tambang batubara didaerah ini, telah banyak di eksploitasi oleh sdikitnya puluhan perusahaan tambang,  antaranya,  PT. Golden Great Borneo , PT. Batubara Lahat, PT. Bumi Merapi Energi, PT. Muara Alam Sejahtera, PT.Duta Alam Sumatera, PT. Dikamatra powerindo, PT. Bara Alam Utama, PT. Andalas Bara sejahtera. PT. Dianrana Petro jasa, PT. Satria madangkara sejahtera, PT. Aman Toebillah putra. Ungkapnya.

Diantara sejumlah perusahaan itu, temuan media ini salah satunya adalah PT Bara Alam Utama, lokasi tambangnya dibawah kaki gunung telunjuk, Perusahaan ini 22/12/2011 harus berhadapan dengan Warga desa, Ulak pandan , Negri Agung, Lebak budi  Kec. Merapi,  Kabupaten lahat, yang mengusung identitas Forum komoditas Masyarakat 3 Desa ( FKM3D ) di bawah komando Susiawan Rama alias Wawan, bersama sedikitnya 500 orang berdemo dilahan yang telah dibuka perusahaan , para pendemo memagar lahan  mengunakan kayu dan bambu serta dipasang garis polisi,

Kedatangan warga di lahan penambangan batubara itu langsung  ditemui pihak perusahaan PT. Bara Alam Utama antaranya, Heru selaku HRD, dan Manager Umum dan beberapa staf perusahaan lainnya.

Pihak perusahaan juga didampingi Kapolsek Merapi, AKP,H. Fahrizon, SH. Komandan Koramil Merapi Kapten Muhammad Kodri,  Sekretaris Komisi II DPRD Kab.Lahat Sdr.Ujang dari Fraksi Demokrat. Serta  jajaran Reskrim dan Lantas polsek Merapi dan anggota koramil lainnya.

Susiawan Rama selaku ketua Forum warga, mengatakan warga ketiga desa hari ini 22/12 melakukan pemagaran, karena lahan kami Himbe ( rimba ) Kemulau yang di buka PT.Bara Alam Utama belum membelinya kepada  warga 3 desa katanya.

Menurut Susiawan Rama lahan yang di kalim perusahaan PT. Bara Alam Utama itu bukan milik perorangan, jadi kalaupun ada yang menjual lahan itu, jelas harus berdasarkan hasil kesepakatan ketiga desa. Ulak pandan, Negri agung dan Lebak budi katanya.

Kalaupun perusahaan mengklaim dapat membeli dari orang – orang tertentu jelas tidak benar, karena arial Himbe ( rimba ) Kemulau, adalah milik dari masyarakat 3 desa. Karena itu, Susiawan Rama meminta kepada Kapolsek Merapi, agar siapapun yang telah menjual lahan ketiga desa itu untuk di proses secara hukum.

Dan terhadap perusahaan warga ketiga desa meminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di atas lahan yang telah di pagar itu. Kecuali di atas lahan seluas 36 Ha yang memang sudah secara resmi atas nama warga 3 desa menjualnya kepada perusahaan PT. Bara Alam Utama.

Ditempat yang sama Kapolsek Kec. Merapi AKP .H, Farizon, SH. Ditengah kerumunan warga menjelaskan dan menghimbau agar pihak perusahaan dan warga ketiga desa dapat menemukan kesepakatan, dikatakannya fungsi kepolisian disini hanya sebatas berfungsi untuk cipta kondusif terhadap warga 3 desa agar tidak melakukan hal – hal yang tidak di inginkan.

Terkait dengan apa yang di tuntutkan warga ketiga desa AKP Farizon juga menghimbau kedua belah pihak, untuk sebelum ada penyelesaian dan titik temu terhadap lahan yang di tuntutkan warga itu agar perusahaan tidak melakukan aktifitas apapun, begitu juga kepada warga masyarakat ketiga desa agar warga tidak menghalangi atau menganggu aktifitas perusahaan diatas lahan yang telah secara resmi sudah dibeli perusahaan PT Bara Alam Utama.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris komisi II DPRD Lahat Ujang mengatakan, medukung penuh apa yang disampaikan Kapolsek merapi, selain itu Ujang juga membenarkan Himbe ( rimba ) Kemulau adalah lahan milik masyarakat ketiga desa. Dan sebagai wakil rakyat yang juga sebagai tokoh masyarakat, Ujang siap menjadi penengah dalam permasalahan antara warga dan PT. Bara Alam Utama.

masyarakat ketiga desa juga meminta penjelasan dari pihak perusahaan PT. Bara Alam utama, Humas atau HRD Heru mengatakan, apa yang menjadi tuntutan warga akan segera di sampaikan kepada pimpinan yang ada di jakarta dan menurutnya pihak management telah meminta bantuan saudara sekretaris komisi II ujang untuk menengahi permasalahan ini.

Dikatakan Heru apa yang menjadi tuntutan warga, perusahaan akan tetap merespontnya, namun di harapkan dari ketiga masyarakat desa, Ulak pandan, Negri agung dan lebak budi. Dapat bersabar karena pihak perusahaan tentunya akan berkoordinasi terlebih dahulu. Pungkasnya.*** Tim

Share this post:

Related Posts

Leave a Comment